Membaca, Menulis, Berbagi

“Mutu kerja masyarakat ditentukan oleh mutu Pendidikan. Mutu pendidikan ditentukan oleh mutu industri media, khususnya mutu penerbitan buku-buku”

Frans M Parera menyatakan hal itu untuk membuat gambaran, betapa KKG (Kelompok Kompas Gramedia) sejak awal berdiri (1960-an) telah sadar dan menempatkan buku-buku di posisi yang layak dan terhormat (KOMPAS:  Menulis dari Dalam). Media menjadi memegang peran penting dalam perkembangan pikiran manusia. Kemajuan berpikir, dalam pandangan kapitalisme, adalah alat nyata untuk meningkatkan kinerja dan kualitas. Tetapi pada dasarnya, perkembangan pikiran manusia adalah faktor kunci kemajuan dalam banyak hal.


Tapi industri media, kini meluas. Tidak hanya buku. Dan seluruh industri itu, memegang peran penting dalam perkembangan manusia. Alat yang paling dekat tentu saja ada “industri media sosial”. Buku dan bacaan lain yang non-gawai makin tertinggal. Buku-buku masih sentral, tetapi media sosial secara nyata mengambil alih fokus mayoritas orang. Orang-orang bisa dengan cepat mengambil hp dan membuka facebook. Tapi tidak banyak yang dengan cepat mengambil buku dan membacanya.
Maka saya sangat senang dengan orang-orang yang menuliskan pengetahuan dan nasihat-nasihatnya untuk menjadi penyeimbang serta counter postingan-postingan ”unfaedah” yang berkeliaran di media sosial. Tentu tak berhonor, tapi toh mereka memberikan sumbangsih positif yang nyata. Dan nyatanya, dari jumlah komentar yang ada, tulisan-tulisan panjang itu masih banyak yang membaca. Yah, meski ada beberapa komentar yang selalu mengaitkan dengan cebong dan kampret.

Setidaknya, tulisan-tulisan itu bisa mengganti sekian persen pengetahuan yang semestinya bisa dibaca orang dari buku-buku. Dan dari membaca tulisan mereka, akan muncul rasa senang dengan buku dan mulai membacanya.

 “Jika kita ingin menjadi bangsa yang terhormat, kita harus memeras keringat dan memutar otak. Pendidikan, sekali lagi, pendidikan. Gantilah senapan dengan buku pengetahuan. Gantilah sentimen dengan pikiran dingin”. Begitu kata Prof. Rooseno di salah satu tulisannya.

Orang-orang dari berbagai pakar, yang punya ilmu dan perlu, serta layak untuk di-share, faqir-faqir di media sosial tentu juga siap untuk menampung ilmu-ilmu yang disampaikan. Toh, buat apa menyimpan ilmu di kepala dan terus mengendapkannya. Banyak orang, yang barangkali membutuhkan ilmu yang tak keluar itu.

Biasanya, orang-orang yang tidak terbiasa menulis, merasa tidak bisa melakukannya. “Tulisanku jelek” dan lain-lain. Tapi itu problem kesekian, yang terpenting adalah apa yang mereka suguhkan. Inspiring yang mereka berikan.

Saya senang dengan apa yang didawuhkan oleh mbah bening, “Tulisan yang jelek, jauh lebih baik. Daripada tulisan yang bagus, tapi hanya mimpi”. Pun yang sering dikatakan oleh pepatah-pepatah, “Buku (tulisan) yang sempurna, adalah buku yang tidak pernah tertulis”. Artinya, kekurangan itu wajar dan tulisan. Dan dalam hal apapun. Selagi kita terus mencoba dan memerbaikinya, kadar kekurangan itu, lambat laun akan semakin mengecil.

Dan tulisan yang di-share itu, bisa menjadi salah penggugur apa yang telah disabdakan oleh Kanjeng Nabi Muhammad saw. soal orang yang berilmu. “Tidaklah seseorang yang menghafal (memunyai) ilmu, lalu ia menyembunyikannya. Melainkan dia akan didatangkan  pada hari kiamat dalam keadaan diberi tanda dengan tanda dari api neraka

Apa yang didawuhkan beliau itu, selaras dengan kemajuan berpikiran yang merata. Karena nyatanya, kita melihat sendiri, ketidaksetaraan (pemahaman dan pengetahuan yang timpang) rentan sekali melahirkan salah paham. Orang-orang yang tidak berpengetahuan, tidak membaca, tidak punya ilmunya, berani dengan lantang mengecam orang-orang yang jelas kealimannya. Jelas-jelas pengetahuannya. Jelas-jelas kepakarannya. Kenapa? Salah satunya, karena ketimpangan ini.


Maka, mari berbagi, mari menulis.

4 komentar:

  1. BROKER BERBASIS DI INDONESIA
    TRADING ONLINE TERPERCAYA
    PILIHAN TRADER #1
    - Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
    - Sistem Edukasi Professional
    - Trading di peralatan apa pun
    - Ada banyak alat analisis
    - Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
    - Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT
    Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
    Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
    Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
    Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

    Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!

    BalasHapus
  2. TRADING FOREX ONLINE
    Penarikan paling Tercepat
    Kamu bisa Trading dengan minimal Deposit Rp. 50.000 mengunakan bank lokal
    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
    Kelebihan bertransaksi di DetikTrade
    1. Teregulasi di FCA
    2. DetikTrade memberikan Bonus Deposit awal 10%** T&C Applied
    3. Perusahaan berdiri sejak 2017 telah mengalami perubahan platform lengkap dengan fitur2 analis dan teknikal trading
    4. Deposit & Penarikan menggunakan BANK LOKAL BCA, BNI, BRI dan Mandiri
    5. Anda juga dapat uang tambahan dari Bonus Referral 1% dari hasil profit tanpa turnover
    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
    Segera bergabung dan rasakan pengalaman trading yang light, kunjungi website kami DetikTrade

    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
    WA : 087752543745

    BalasHapus